Jumat, 03 Februari 2012

Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terbentuknya



Batuan Beku
Berdasarkan Tempat Terbentuknya


Batuan beku adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil pembekuan daripada magma. Magma adalah bahan cair pijar di dalam bumi, berasal dari bagian atas selubung bumi atau bagian bawah kerak bumi, bersuhu tinggi (900 – 1300 oC) serta mempunyai kekentalan tinggi, bersifat mudah bergerak dan cenderung menuju ke permukaan bumi.

1.   Batuan Beku Intrusi (Plutonik)

Batuan intrusi atau plutonik adalah batuan yang terbentuknya berada jauh di dalam bumi (15 – 50 Km). Karena tempat pembentukannya dekat dengan astenosfer, maka pendinginan berjalan sangat lambat. Karena itu bentuk batuannya besar – besar dan mempunyai kristal yang sempurna dengan bentuk tekstur holokristalin (semua komposisi disusun oleh kristal sempurna), karena pembentukan kristalnya sangat sempurna mengingat waktu penghablurannya sangat lama. (Munir, 1995). Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah) dan lain-lain.

            A. Batuan Beku Gabro

Kelompok batuan dalam yang sering disebut Gabro,yang memiliki warna hitam kehijauan,dengan sifat batuannya tergolong basa,strukturnya masif atau pejal,derajat kristalisasi yang dimiliki oleh gabro yaitu hilokristalin dimana mineral penyusundari gabro yaitu mayoritas adalah semuanya mineral kristalin,tekstur faneritik,susunan mineralnya seragam kasar.Gabro terbentuk sebagai tubuh intrusi dan merupakan batuan yang umum terdapat dimana-mana,berwarna gelap karena sebagian besarmineral penyusunya adalah piroksen dan olivine.Di Pulau Jawa,batuan ini terdapatdi selatan Ciletuh,Pegunungan Jiwo,Serayu,dan Pemalang.Gabbro adalah padat, kehijauan atau berwarna gelap dan mengandung pyroxene, plagioclase, amphibole, danolivin (olivin olivin gabbro ketika hadir dalam jumlah besar).The pyroxene ini kebanyakan clinopyroxene; sejumlah kecil orthopyroxene mungkin hadir. Jika jumlahorthopyroxene secara substansial lebih besar daripada jumlah clinopyroxene, batu kemudian sebuah norite. Quartz gabbros juga diketahui terjadi dan mungkin berasal dari magma yang sudah selesai-jenuh dengan silika. Essexites mewakili magmagabbros yang orangtuanya berada di bawah jenuh dengan silika, menyebabkan pembentukan feldspathoid mineral nepheline.(Silica kejenuhan dari batu dapat dievaluasi oleh normatif mineralogi)Gabbros mengandung jumlah kecil, biasanya beberapa persen, dari besi-titanium oksida seperti magnetit, ilmenite, dan ulvospinel.Gabbro umumnya berbutir kasar dengan ukuran kristal dalam kisaran 1 mm atau lebih besar. Finer grained equivalents of gabbro are called diabase , although the vernacular term microgabbro is oftenused when extra descriptiveness is desired. Berbutir lebih halus ekuivalen gabbro disebut diabase, meskipun istilah vernakular microgabbro sering digunakan ketika descriptiveness tambahan yang diinginkan.Gabbro mungkin sangat kasar berbutiruntuk pegmatitic, dan beberapa pyroxene-plagioclase cumulates dasarnya gabbro berbutir kasar, meskipun ini mungkin menunjukkan kristal acicular kebiasaan.Gabbro biasanya equigranular dalam tekstur, meskipun mungkin porphyritic di kali, terutama ketika plagioclase telah berkembang lebih awal dari groundmass mineral.

         B.  Batuan Granit

Batu granit memiliki warna yang terang, bertekstur kasar dengan susunan mineral acak. Granit memiliki kilau yang bagus dan tahan cuaca serta hujan asam. Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum dan banyak ditemukan. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi bangunan. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80.

a. Terbentuknya Granit 

Granit ditemukan dalam pluton-pluton besar pada benua, ketika kerak bumi telah mengalami pengikisan yang besar. Granit mengalami proses pendinginan yang sangat lambat pada kedalaman jauh dari permukaan tanah, untuk membentuk butiran-butiran mineral besar. Pluton yang ukurannya kurang dari 100 km2 disebut dengan galang dan yang lebih besar disebut batolit.
Selain itu, granit juga terbentuk dari letusan gunung berapi yang mengeluarkan lava pijar. Ketika lava keluar dari dalam perut bumi dan memenuhi daratan bumi, tetapi lava dengan komposisi sama dengan granit hanya ke luar pada permukaan bumi. Ini berarti, granit harus terbentuk melalui pelelehan batuan benua yang dapat terjadi karena dua alasan, yaitu penambahan panas dan penambahan volatil (air atau karbon dioksida atau keduanya).
Permukaan benua relatif panas karena mengandung sebagian besar uranium dan potasium yang memanaskan daerah sekelilingnya melalui peluruhan radiokatif. Proses lempeng tektonik terutama subduksi dapat menyebabkan magma basaltik naik di bawah benua. Selain panas, karbon dioksida ini melepaskan magma dan air yang membantu semua jenis batuan meleleh pada suhu lebih rendah. Diperkirakan bahwa sejumlah besar magma basaltik dapat menempel ke bagian bawah sebuah benua dalam proses yang disebut underplating. Dengan pelepasan panas dan cairan yang lambat, sejumlah besar kerak benua bisa berubah menjadi granit pada waktu bersamaan.
Ada tiga hal yang membedakan granit dengan batuan lainnya, yaitu :
1) Granit terbetuk dari butiran-butiran mineral besar yang bersatu erat.
2) Granit selalu terdiri atas mineral kuarsa dan feldspar, dengan atau tanpa jenis mineral lain di
     dalamnya.
3) Hampir semua jenis granit berbentuk beku dan plutonik. Pengaturan acak butiran pada batu
    granit merupakan bukti otentik asal plutoniknya.  Batuan dengan komposisi yang sama
    seperti granit bisa terbentuk melalui proses metamorfisme batuan sedimen yang lama.
    akan tetapi, jenis batuan ini memiliki corak yang kuat dan biasanya disebut dengan granit
    gneiss.

  b. Stuktur Mineral

           Granit yang murni hanya salah satu jenis granitoid. Sebuah granitoid mengandung 20-60 % kuarsa dan kandungan feldspar. Granit adalah batuan yang kuat karena memiliki butiran mineral yang terbentuk selama periode proses pendinginan yang sangat lambat. Penambahan kuarsa dan feldspar menunjukkan kekuatan granit lebih kuat dibandingkan baja. Karena kekuatannya tersebut, granit banyak dipakai untuk bangunan dan benda hiasan seperti batu nisan.
Kuarsa dan Feldspar umumnya memberikan granit bercahaya terang, dari warna merah muda sampai warna putih. Warna dasar tersebut disisipkan oleh mineral-mineral pengaya lainnya yang warnanya lebih tua. Mineral pelengkap yang paling umum adalah mika biotit hitam dan hornblenda amfibol hitam.
Granit merupakan batuan beku dalam bertekstur holokristalin, feneritik, berbutir kasar, mengandung mineral-mineral : kuarsa 10-4- %,  felsparkalium 30-60 %, plagioklas natrium 0-35%, mineral mafis (biotit, hornblenda) 35-10 %.
Batuan leleran dari granit adalah Riolit. Secara fisik riolit berbutirhalus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin, afanitik. Mempunyai komposisi mineral sama dengan granit. Riolit terbentuk sebagai batuan gang dan batuan leleran dalam bentuk retas, sill, dan aliran. Berwarna abu-abu kemerahan hingga kehijauan, berbutir kasar dengan komposisi mineral feldspar, kuarsa, hornblende dan biotit.

C.    Batuan Diorite

Diorite adalah batuan beku plutonik, yaitu batuan antara granite dan gabbro. Batuan ini mengandung sedikit Kalsium (soda) plagioklas feldspar, mineral berwarna terang, dan hornblende berwarna hitam. Tidak seperti granit, batuan diorite tidak mengandung mineral kuarsa atau sangat sedikit, dan juga tidak seperti gabbro, diorite mempunyai warna yang lebih terang dan mengandung soda, tidak mengandung kalsit plagioklas. Apabila batuan diorite ini dihasilkan dari letusan gunung api maka akan terjadi pendinginan menjadi lava andesite.

2.   Batuan Efusif
  
     Magma yang bergerak dari dalam ke permukaan bumi, sebagian besar membeku di dalam
sebagai batuan plutonis, hanya kurang dari 1/10 nya yang membeku di permukaan bumi dan
dikenal sebagai Batuan Vulkanis atau vulkanik. Suatu aktivitas vulkanisme akan mengeluarkan
materi – materi berupa gas, cair dan padat. Kelompok batuan ekstrusi terdiri dari semua
material yang dikeluarkan ke permukaaan bumi baik di daratan ataupun di bawah permukaan
laut.
Material ini mendingin dengan cepat, ada yang berbentuk padat, debu atau suatu larutan
kental dan panas, cairan ini disebut lava. Ada dua tipe magma intrusi, yang pertama memiliki
kandungan silika yang rendah dan vikositasnya rendah. Tipe kedua dari lava ini adalah
bersifat asam, yang memiliki kandungan silika yang tinggi dan vikositas relatif tinggi. (Graha,
1987)
Contoh batuan beku vulkanik adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah),
dan dacite.

          A.   Basalt

Basalt adalah batuan beku vulkanik, yang berasal dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Biasanya membentuk lempeng samudera di dunia. Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral tidak terlihat. Basalt adalah umum ekstrusif batuan vulkanik . Biasanya berwarna abu-abu menjadi hitam dan halus karena pendinginan yang cepat dari lava pada suhu permukaan.. Menurut definisi resmi , basal didefinisikan sebagai batuan beku aphanitic yang mengandung, volume, kurang dari 20% kuarsa dan kurang dari 10% feldspathoid dan di mana setidaknya 65% dari felspar dalam bentuk plagioklas.
Batuan Basalt lazimnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam. Kandungan mineral Vulcanik ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan basalt yang berukuran butir kuarsa, yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama gabbro.

TYPE BASALT : Berdasarkan komposisi kimianya, basalt dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu basalt alkali dan basalt tholeitik. Perbedaan di antara kedua tipe basalt itu dapat dilihat dari kandungan Na2O dan K2O. Untuk konsentrasi SiO2 yang sama, basalt alkali memiliki kandungan Na2O dan K2O lebih tinggi daripada basalt tholeitik.
KOMPOSISI KIMIAWI Al2O3,SiO2, TiO2, K2O, MnO2, MgO, CaO

CIRI BASALT : Secara petrografi, basalt alkali mengandung fenokris olivin, titanium-augit, plagioklas dan oksida besi, serta nephelin. Sedang basalt tholeitik mengandung plagioklas-Ca, augit subkalsik, pigeonit (piroksin miskin Ca), gelas antar kristal (interstitial glass) dan struktur saling tumbuh kuarsa-feldspar. Basalt tholeitik adalah tipe basalt yang lewat jenuh (oversaturated) dengan silika, sedang basalt alkali bersifat underaturated dengan silika yang ditunjukkan dengan kehadiran nepheline.

PEMBENTUKAN BASALT : Basalt alkali khas dijumpai di daerah kerak benua yang terangkat berbentuk kubah (updomed continental crust) dan kerak benua yang mengalami rifting (rifted continental crust), dan pulau-pulau oseanik seperti Hawai.
Basalt tholeitik khas dijumpai di lantai samudera, atau sebagai lava ekstrusi yang sangat besar sehingga membentuk plateau di kerak benua, contohnya Deccan Trap di India.

KEGUNAAN BASALT : Basalt kerap digunakan sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan sebagai agregat. 

      B.Andesite 

Batu Andesite adalah batuan beku yang mempunyai kandungan silica lebih tinggi dibandingkan dengan batuan basalt, dan mempunyai kandungan silika lebih rendah dibandingkan dengan batuan rhyolite atau felsite. Secara umum mempunyai warna yang menandakan dengan baik akan kandungan silika dari lava, dengan kandungan basalt yang terlihat gelap dan kandungan felsitenya terang. Walaupun demikian para Geologist akan selalu melakukan analisa kimia di dalam identifikasi batuan andesite ini, di lapangan batuan ini dicirikan oleh warna abu-abu atau medium sampai merah dari lava andesite. Nama Andesite dinamakan dari pegunungan Andes di Amerika Selatan, dimana busur batuan batuan vulkanik baercampur dengan magma basalt dengan batuan-batuan keras jenis granit yang menghasilkan lava dengan komposisi intermiediate. Batuan Andesite mempunyai kandungan fluida lebih sedikit dibandingkan batuan basalt dan diletuskan dengan hebatnya dikarenakan adanya gas gas terlarut yang terdapat di dalamnya.
Jenis batuan Andesite ini berbentuk kristalin. Bagian-bagian kecil yang berwarna hitam disebut mineral biotite dan yang berwarna putih disebut potassium feldspar. Hornblende dan pyroxen adalah mineral-mineral gelap lainnya yang terdapat pada batuan Andesite. Batuan Andesite mempunyai lebih dari 20 persen kandungan kuarsa dan yang terbanyak adalah mineral plagioklas, walaupun mineral-mineral ini kadang hanya terlihat di bawah mikroskop. Batuan Andesite mempunyai kesamaan pembentukannya secara letusan dengan batuan diorite.

Kristal terbesar dinamakan phenocryst, terbentuk jauh sebelum lava terletuskan dan membeku, dan kristal-kristal tersebut dari bentuknya dapat menceritakan sejarah dari proses perjalanan magma. Lava yang seperti ini yang mempunyai banyak phenocrysts, dinamakan bertexture porphyritic.

C.  Batuan Decite

Dacite adalah batuan beku, gunung berapi dengan besi tinggi konten yang ditemukan di banyak kubah lava.
Dacite (diucapkan /deɪsaɪt/) adalah batuan beku, gunung berapi dengan kandungan besi yang tinggi. Ini menengah dalam komposisi antara andesit dan rhyolite tetangga, dan, seperti andesit, itu terdiri dari feldspar plagioclase dengan biotite, hornblende, dan piroksen (dan / augite atau enstatite). Itu memiliki aphanitic untuk porphyritic tekstur dengan kuarsa seperti bulat, berkarat phenocrysts, atau sebagai elemen tanah-massa. Proporsi relatif feldspars dan quartz di dacite, dan banyak lain batuan vulkanik, yang digambarkan dalam QAPF diagram. Dacite juga ditentukan oleh silika dan alkali isi dalam klasifikasi TAS.

Plagioclase berkisar dari oligoclase ke andesine dan labradorite, dan sering sangat dikategorikan. Sanidine juga terjadi di beberapa dacites, dan ketika berlimpah menimbulkan batu bahwa bentuk transisi ke rhyolites. Biotite cokelat; hornblende coklat atau kehijauan cokelat; dan augite biasanya hijau.

Groundmass batu-batu ini sering mikrokristalin, dengan web feldspars menit yang dicampur dengan biji-bijian interstisial kuarsa atau tridymite; tetapi dalam banyak dacites sebagian besar vitreous, sementara di lain itu felsitic atau cryptocrystalline. Di tangan spesimen yang banyak hornblende dan biotite dacites abu-abu atau pucat coklat dan kuning batu dengan feldspars putih, kristal hitam biotite dan hornblende. Dacites lainnya, terutama augite dan enstatite dacites, lebih gelap berwarna.

Batu-batu dari kelompok ini terjadi di Rumania, Almeria (Spanyol), Argyll dan bagian lain dari Skotlandia, Bardon Hill di Leicestershire, Selandia baru, Andes, Martinique, Nevada dan daerah lain dari Amerika Utara Barat, Yunani (Methana, Nisyros, Santorini) serta tempat-tempat lain. Mereka sebagian besar berhubungan dengan andesites, trachytes, dan bentuk aliran lava, tambak, dan dalam beberapa kasus bentuk besar penyusupan di pusat-pusat gunung berapi. Dacite adalah jenis penting batu di Gunung St. Helens. Kata dacite berasal dari Dacia, sebuah provinsi Romawi yang terletak antara sungai Donau dan Pegunungan Carpathia (sekarang modern Rumania) di mana batu ini pertama kali dijelaskan.

          D.    Riolit

Riolit terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi yang lazimnya dari letupan gunung berapi. yang terbentuk daripada pembekuan magma di luar permukaan bumi. Riolit adalah bersifat asid dan bes. Namun sebenarnya sifat asid batuan ini bergantung kepada kandungan silika di dalamnya. Riolit di anggap berasid apabila kandungan silikanya melebihi 66%. Riolit sering ditemukan berupa lava.
Riolit bisa digunakan sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak.
       
          E.Terahit

Batuan trakhit mempunyai warna batuan abu-abu putih kehijauan dan mempunyai sifat batuan asam (felsik) dengan mineral penyusunnya silikat, magnesium oksida,MnO, dan mineral penyusun lainya. Pada batuan ini terdapat lubang- lubang gas yang terisi oleh mineral sekundernya pada batuan ini terdapat mineral silikat, MnO, Al2O3, Fe2O3 dan masih banyak lagi mineral penyusun lainnya.

                                                      

          F.  Obsidian

Batu obsidian sebenarnya bukan batu tambang melainkan sejenis batu lahar yang dimuntahkan dari kawah gunung api. Batu obsidian sebenarnya bukanlah batu atau mineral, melainkan kaca natural yang terbentuk dari hasil pendinginan lahar gunung berapi yang cepat, karena proses pendinginannya terlalu cepat maka jarang terjadi pembentukan kristal di dalamnya, jadi tidak ada struktur kristal di dalam batu obsidian seperti batu mineral lain. Warnanya bening seperti kaca dan warnanya kadang-kadang hitam mulus, merah tua, agak hijau atau abu-abu. Batu ini jarang yang berwarna kuning atau merah putih atau biru. Batu obsidian sering ditemukan dalam keadaan mengkilau mulus walaupun belum dipoles. Batu obsidian terbuat dari 70% silicon dioxide bahkan lebih dan jika tercampur mineral mineral tertentu warnanya akan berubah. Batu obsidian mempunyai nilai keras 5-5.5 berdasarkan daftar keras Mohs dan termasuk batu mulia tanggung.

         G.  Batu Apung (Pumice)

Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas vulkanik silikat.

Batuan ini  terbentuk  dari  magma  asam  oleh  aksi  letusan  gunung  api  yang mengeluarkan materialnya ke udara, kemudian mengalami transportasi secara horizontal dan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Batu apung mempunyai sifat vesicular yang tinggi, mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih gas alam yang terkandung di dalamnya, dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas atau fragmen-fragmen  dalam  breksi  gunungapi.  Sedangkan  mineral-mineral  yang  terdapat dalam batu apung adalah :
  • Feldspar
  • Kuarsa
  • Obsidian
  • Kristobalit
  • Tridimit
Proses pembentukan
Pumice terjadi bila magma asam muncul ke permukaan dan bersentuhan dengan udara luas  secara tiba-tiba. Buih gelas alam dengan gas yang terkandung didalamnya mempunyai kesempatan  untuk keluar dan magma membeku dengan tiba-tiba. Pumice umumya terdapat sebagai fragmen yang  terlemparkan pada saat gunung api dengan ukuran dari kerikil sampai bongkah.

Pumice umumnya  terdapat sebagai lelehan atau aliran permukaan, bahan lepas, atau fragmen dalam breksi gunung api. Batu apung dapat pula dibuat dengan cara memanaskan obsidian, sehingga gasnya keluar. Pemanasan yang dilakukan pada obsidian dari Krakatau, suhu yang diperlukan untuk megubah obsidian menjadi batu apung rata-rata 880oC. Berat jenis obsidian yang semula 2,36 turun menjadi 0,416 sesudah perlakuan tersebut oleh sebab itu mengapung didalam air.

Batu apung ini mempunyai sifat hydraulis. Pumice berwarna putih abu-abu, kekuningan sampai merah, tekstur vesikuler dengan ukuran lubang yang bervariasi baik berhubungan satu sama lain atau tidak  struktur  skorious  dengan  lubang  yang  terorientasi.  Kadang-kadang  lubang tersebut terisi oleh zeolit atau kalsit. Batuan ini tahan terhadap pembekuan embun (frost), tidak begitu higroskopis (mengisap air). Mempunyai sifat pengantar panas yang rendah. Kekuatan tekan antara 30-20 kg/cm2. Komposisi utama mineral silikat amorf.

3.   Batuan Gang/Korok (Hipabisal)

      Batuan gang antara batuan dalam dan batuan leleran terdapat gejala antara batuan yang
terbentuk dalam celah – celah serta rekahan – rekahan dalam kerak bumi. Batuan yang
terbentuk adalah batuan gang atau batuan korok disebut juga batuan hypo-abisik.
      Gang disini adalah suatu badan yang bentuknya seperti sebuah kitab besar. Magma yang
membeku dalam gang adalah magma yang sedang menuju ke permukaan bumi atau
membeku dalam celah – celah di kerak bumi. Misalnya magma yang mempunyai susunan
granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan yang terbentuk disebut porfiri granit
yang berarti batuan granit bertekstur porfiri. (Munir, 1995)

           A.  Profir Granit

                Granit porfiri disebut dengan gang (batuan intrusi). magma yang mempunyai     susunan granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan yang terbentuk itu disebut porfiri granit yang berarti granit yang bertekstur porfiri.


B. Profir Diarit 

     Profir Diarit  adalah batuan yang berpotensi menjadi batuan induk (“Host Rocks”),
mineralisasi logam dasar dan logam mulia yang terbentuk bersama urat kuarsa, tersebar
dan mengisi rekahan /retakan dengan ubahan hidrotermal propilit, argilit, pilik dan
potassik. Ditemukannya mineral petunjuk epidot, diopsid aktinolit, (garnet), berasosiasi
dengan magnetit memberi gambaran kearah dugaan bahwa telah terjadi proses
pyrometasomatisma yang menghasilkan mineralisasi skarn.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar